Surat Terbuka Untuk ISIS dan Pelaku Teror di Indonesia

Hari ini kami Bangsa Indonesia berkabung. Saudara kami harus meregang nyawa dan belasan lainnya mengalami luka-luka akibat aksi terorisme di Jakarta. Beberapa jam setelah itu, otoritas pemerintah dan media internasional mengabarkan bahwa aksi itu didalangi oleh Organisasi Islamic State.

Bagi kami yang juga masyarakat muslim dan memegang teguh ajaran Islam, musibah itu terasa sangat menyakitkan. Kalian telah memfitnah agama Islam yang tidak penah mengajarkan kekerasan dan pembunuhan. Apakah kalian sadar bahwa dengan membunuh orang-orang atas nama Islam, kalian justru merendahkan ajaran Islam itu sendiri? Apakah kalian tidak pernah memikirkan bagaimana anggapan masyarakat non-muslim saat mengetahui organisasi berlabelkan “Islam” menembaki orang-orang di jalanan secara brutal? Apakah kalian menginginkan masyarakat non-muslim membenci ajaran Islam? Tidakkah kalian berpikir bahwa orang yang kamu bunuh adalah saudaramu juga sesama muslim? Tidakkah kamu tahu bahwa Indonesia adalah Negara dengan populasi muslim terbesar di dunia?

Jika kalian menginginkan perpecahan, itu tidak akan pernah terjadi di Indonesia. Kami masyarakat Indonesia, Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu dan Buddha, telah hidup berdampingan ratusan tahun lamanya. Kami sangat memahami nilai luhur ajaran beragama sebagai ungkapan kasih sayang dan menunjung tinggi nilai-nilai kemanusian. Kami berbagi kebahagiaan, bukan ketakutan. Kami menciptakan toleransi dan perdamaian, bukan kebencian.

Jika kalian tidak percaya, silahkan datang ke Indonesia tanpa senjata, bawa kertas dan pena, catat dan saksikan keseharian kami. Maka kalian akan menemukan dimana kami masyarakat Indonesia sudah muak dengan provokasi atas nama agama.

Kepada saudaraku, pimpinan Islamic State, kami memahami kegeraman kalian atas peperangan di berbagai belahan dunia yang ditenggarai didalangi oleh negara-negara Barat. Kami juga membaca surat kabar bahwa kalian menargetkan simbol-simbol Barat sebagai sasaran terorisme. Saudaraku, kita butuh cara-cara yang lebih kongkrit dan cerdas untuk mencitakan perdamaian. Entah kalian tahu, kami Bangsa Indonesia telah melakukan upaya nyata untuk membantu saudara-saudara kami yang tertindas di Palestina. Rumah Sakit Indonesia di Gaza Palestina yang telah beroperasi awal tahun 2016 ini adalah salah satu bentuk nyata kepedulian kami. Tentara-tentara kami hari ini berjuang keras siang dan malam menjadi pasukan perdamaian di Lebanon. Saudara-saudara kami hari ini menjadi pejuang kemanusiaan di Suriah, Palestina dan Myanmar. Jika itu belum cukup, tolong tunjukkan cara apalagi yang harus kami lakukan daripada menyuruh orang-orang untuk melakukan aksi terorisme di negara kami.

Hari ini kalian telah mengambil hidup orang yang tidak bersalah. Mereka yang bisa jadi membayar sadakah lebih dari yang kamu lakukan. Mereka yang mungkin melaksanakan shalat malam dan mengamalkan kebaikan yang mungkin kalian tidak pernah tahu. Itu sangatlah menyakitkan. Tetapi semuanya akan segera kami lupakan. Karena sekali lagi, kami memilih untuk berpegangan erat menjaga tali persaudaraan, ketimbang bertuhankan pada ajaran kekerasan.

Apa yang telah kalian lakukan di Jakarta hari ini tidak akan membuat kami terpecah. Masyarakat non-muslim akan semakin memeluk dan mencintai kami. Masjid, Gereja, Pura dan Wihara akan tetap berpegang pada azaz toleransi. Kami tidak takut. Kami akan tetap bersama dan berjuang membangun bangsa dan menciptakan perdamaian dunia.

Untuk para pelaku teror dimanapun kalian berada. Kami tidak tahu apa yang sedang kalian rencanakan untuk bangsa kami. Jika kalian membaca surat ini, kami mendoakan semoga kalian diberikan hidayah.

Masyarakat Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>