Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /customers/8/4/e/mediawahyudiaskar.com/httpd.www/wp-includes/kses.php on line 845 Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /customers/8/4/e/mediawahyudiaskar.com/httpd.www/wp-includes/kses.php on line 845 Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /customers/8/4/e/mediawahyudiaskar.com/httpd.www/wp-includes/kses.php on line 845 Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /customers/8/4/e/mediawahyudiaskar.com/httpd.www/wp-includes/kses.php on line 845

Jalan terbaik untuk para ”sarjana”

sarjana

Tentu. .anda tahu, Tanah Indonesia

Tanah, dimana rempah, minyak, tembaga, batubara, hingga alam yang indah, menjadi surga alam bagi bangsawan eropa.

Dulu, tanah ini terjajah. Hingga akhirnya merdeka melalui tumpah darah pahlawan bangsa. .

Pasca merdeka, berjuta mimpi dan angan disuarakan tokoh-tokoh bangsa. Bahwa suatu saat bangsa ini akan menjadi macan asia bahkan kiblat perekonomian dunia.

Tidak ada yang salah dengan mimpi mereka. Laut Indonesia punya jutaan wahana. Dari Aceh hingga Papua tersimpan harta alam tak ternilai harganya. Belum lagi penduduk Indonesia, katanya hidup dengan karakter gotong royong antar umat beragama. Modal utama kesatuan bangsa !!

Tujuh dekade sudah bangsa ini merdeka. Memang tiada lagi pekik merdeka seperti digaungkan para pahlawan tahun 45. Tiada lagi tembakan lontaran martir penjajah Belanda. Tak ada lagi rombongan pemuda yang harus sembunyi-sembunyi melawan penjajah. Itu hanyalah, realita tempo dulu

Sadarkah anda, hari ini, jejeran investasi asing menghiasi daratan Indonesia. Miliarder asing merogoh dalam dalam kekayaan Indonesia. Sayang beribu kali sayang, hajat hidup orang banyak tak lagi dikuasai Negara.

Di suatu pulau, tanah bergedung tinggi dihuni kaum elit, taipan bisnis dan politisi ternama. Tapi sayang, di pojok penghujung sana, pulau itu hanya beratapkan kayu beralaskan tanah. Yang kaya makin kaya, yang tak berpunya, hanya bisa diam dalam derita.

Tujuh decade sudah bangsa ini merdeka. Tapi sayang, korupsi, caci maki, fitnah dan kemunafikan jadi hal yang biasa. Rasa malu tak lagi terasa, bagi mereka yang salah gunakan kuasa. .

Tapi. .
Sudahlah. .
Cukup. .

Mengutuk keadaan, ternyata memang jauh lebih mudah. Mencaci maki pemerintah bisa dilakukan kapanpun dimana saja. .Tapi. .tapi. .tapi tidak bermakna apa-apa

Sudahlah. .
Cukup. .

Lakukan saja yang kita bisa. goreskan pena. bantu tetangga. nasehati keluarga. bimbing para kolega. berdayakan fakir miskin, sayangi yatim piatu. jalin persaudaraan. belajar untuk masa depan. kejar impian.

Hanya itu jalan. .

Jalan terbaik untuk para sarjana. .

Membantu Negara. .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>